Kabupaten Bima, Kampoeng Media – Menjelang mutasi dan rotasi besar-besaran di lingkup Pemda Bima, atmosfer birokrasi kian memanas. Kediaman para pejabat ramai dikunjungi tamu, namun silaturahmi yang terjadi bukan lagi sekadar basa-basi, melainkan ditengarai sarat dengan kepentingan dan manuver politik jabatan.
Sejumlah kalangan menilai, fenomena ini menjadi pola klasik setiap kali terjadi pergeseran posisi strategis. Para ASN hingga pejabat eselon disebut melakukan berbagai upaya, mulai dari pendekatan personal, menjalin komunikasi politik, hingga memperkuat jaringan demi mempertahankan kursi atau mengejar promosi jabatan.
“Di balik ramainya silaturahmi, ada proses tarik ulur kepentingan. Semua ingin memastikan posisi mereka aman dalam mutasi mendatang,” ujar salah satu pengamat lokal.
Meski begitu, publik berharap agar Bupati dan Wakil Bupati Bima tetap berpegang pada prinsip objektif, profesional, dan mengutamakan kebutuhan organisasi. Pasalnya, mutasi yang dipengaruhi kepentingan personal dinilai hanya akan melemahkan kinerja birokrasi dan merugikan pelayanan masyarakat.
Rotasi kali ini akan menjadi ujian kepemimpinan Pemda Bima: apakah mampu menciptakan sistem yang sehat dan bersih, atau justru terjebak dalam pola lama yang penuh lobi-lobi dan kepentingan kelompok.( Red)
